Perhiasan hidup

Jadi ini gegara semalam nonton acara hitam putihnya deddy corbuzier. Yang ngebahas tentang sayangnya anak ke orangtuanya, dan kasih sayang orangtua ke anaknya. Saya sampe termehek-mehek nontonnya. Yang pertama bintang tamunya Robby Purba presenter tv yg udah lumayan terkenal sekarang. Dia ternangis2 menceritakan betapa sayangnya dia pada ibunya, yang dulu pernah dia tinggalin di Lampung untuk merantau ke Jakarta selama 8 tahun dan sekarang setelah sukses dia gak mau jauh2 lagi dari ibunya itu yg kini tinggal bareng di Jakarta. Lalu bintang tamu kedua, mereka sepasang ayah dan anak. Si anak umurnya 8 tahun yang sudah sejak lama mengidap kanker darah dan ayah yang sangat mencintainya hingga rela menawarkan ginjalnya untuk dijual seharga 200juta untuk biaya pengobatan Adit anaknya. Tapi hingga kini ginjalnya itu baru ditawar 75juta saja sedangkan pengobatan akan memakan biaya lebih besar lagi jadi dia masih menunggu tawaran tertinggi.

Air mata saya sebetulnya udh berlinang gara2 si Robby di segmen2 awal, tapi semakin deras begitu masuk segmen Adit yang ketika si Ayah berkata “saya sangat menyayangi anak saya jadi saya berkorban apa saja untuk kesembuhan Adit”. Adit yang masih 8 tahun dan bertubuh lemas itu spontan nangis terisak2 mendengar pernyataan ayahnya. Saya pun…ya jelas ikut nangis. Huhuhu… Si Deddy pun membuat kesimpulan, bahwa sebetulnya perhiasan yang paling indah yang kita pakai dan patut kita pamerkan adalah orang tua kita yang selalu akan menyinari kita kemana dan dimana pun kita berada.

 Gambar diambil dari instagram saya sendiri….”miss you”

Ingat2 soal perhiasan, sekitar sebulan lalu rumah saya kemalingan, pintu rumah sampai pintu lemari habis kena bobol. Di kamar ada 2 lemari, 1 punya saya satu lg punya mama. Punya mama terkunci rapat sedang punya saya terbuka. Dua2 nya habislah kena obrak abrik si maling, tapi yg kehilangan perhiasan cuma saya. Punya mama aman karena cara penyimpanan orang jaman dulu yg emang hebat banget. Sedang saya punya terpampang aja gitu di dalam lemari. Waktu itu saya lagi kerja, dan mama cuma ninggalin rumah 20 menit untuk sholat jenazah di masjid depan rumah. Cuma 20 menit loh…pas mama pulang kamar udah kayak kapal pecah dan nyaris pingsan. Mama ngasih kabar sambil nangis, saya kaget sejadi2nya sampe tangan gemeteran.

Setelah dengar kronologisnya, ada rasa kesel karena perhiasan itu semua yang saya kumpulin sejak saya mulai kerja, ada juga hadiah ultah tahun lalu dari mama, dan ada pula anting warisan mama jaman muda dulu, jadi klo boleh dibilang bukan kesel karena kehilangan barangnya aja tapi sekaligus kehilangan sejarah2 tiap barangnya. Tapi gak lama terhanyut dalam kekesalan, tiba2 saya merasa ikhlas, bahkan gak jarang saya lupa akan kehilangan itu, dalam benak saya perhiasan saya itu masih ada dalam lemari tersimpan aman seperti terakhir kali saya lihat dan saya pegang2. Yang anehnya lagi saya diam2 bersyukur karena yang hilang hanya perhiasan saja, entah apa jadinya kalo pas si maling masih beraksi tiba2 mama pulang dari masjid dan masuk kamar, apalagi saya lihat dikamar udah tergeletak gunting rumput yang biasa ada di gudang belakang malah ada dalam kamar. Saya benar2 bersyukur, perhiasan saya yang paling berharga masih duduk diruang tamu walau sambil nangis2… I love you mama 😘

Iklan

Ngorok..?

Pernahkah anda berniat untuk menjabarkan tentang definisi ‘NGOROK’ ??? Saya ingin mencoba menguraikannya, ini adalah berdasarkan hasil penelitian yang telah saya lakukan selama beberapa waktu belakangan ini. Akhirnya muncul seperti sebuah hipotesa kecil, ya anggaplah ini dugaan sementara boleh dipercaya boleh tidak, tapi sebaiknya jangan, musyrik itu namanya…!! 😛 Saya mencoba membagi ngorok menjadi 3 jenis berdasarkan bunyi-bunyia-an yang ditimbulkannya.

Berikut ini penguraiannya: (maaf jika di dalam penjelasan di bawah ini terdapat kalimat-kalimat atau kata-kata yang membuat perut anda mual, merasa jijay, dan sangat tidak enak di dengar apa lagi dibayangkan. Dan jika terjadi mual yang berkepanjangan segeralah pergi ke dokter terdekat dan periksakan diri anda..karena saya khawatir anda sedang masuk angin..hahay!!)

1. Ngorok Basah (berkuah)                                                                                Ini adalah jenis ngorok yang pertama sekaligus paling menjijikan, pokoknya iwwhhhkk..huek..huek deh!! Ngorok basah terdengar seperti gunung meletus yang sedang memanaskan larvanya dan siap untuk disemburkan keluar, atau seperti suara air mendidih di dalam ceret, atau yang mungkin lebih akrab di telinga saya yaitu terdengar seperti orang yang sedang kumur-kumur. Biasanya ngorok ini dipadukan dengan gaya tidur terlentang dan mulut sedikit menganga..sehingga menimbulkan bunyi yang kurang lebih sepeti ini “khrrrrrrr…khrrrrrr..khrrrrr..!” Adapun yang menjadi efek samping bagi si pengorok adalah, ketika larva itu benar-benar tersembur keluar dan membentuk pulau di bantal, ini akan menimbulkan bau yang tidak sedap yang tentu saja hanya tercium oleh si pengorok itu sendiri. Bagi yang tidur disebelahnya ngorok basah terasa sangat mengganggu karena menimbulkan efek ingin menelan ludah sendiri dan menghilangkan hasrat ingin tidur.

2. Ngorok Angin                                                                                                Ini adalah jenis ngorok nomer dua. Yang tidak basah maupun kering tetapi berangin. Ngorok angin ini biasanya terdengar seperti ban sepeda kempes yang sedang di pompa..kurang lebih beginilah bunyinya ” Khssssh..khssssssh…khsssssh..!!!!” Adapun yang menjadi efek samping bagi si pengorok adalah..meningkatnya asupan angin ke dalam tubuh, yang kemudian di proses dalam perut dan di buang lewat knalpot belakang yang menimbulkan bau yang tidak enak yang kita kenal dengan sebutan kentut, jika tidak dapat dikeluarkan ini akan mengakibatkan masuk angin pada si pengorok. secara tidak langsung hal ini menimbulkan efek untuk orang yang tidur di sebelahnya, yaitu bau kentut. Sebetulnya ada beberapa macam jenis bau kentut, hanya saja pada kesempatan kali ini saya blum bisa menguraikannya karena belum melakukan penelitian lebih lanjut. Ternyata ngorok jenis ini memiliki efek positif juga sepertinya, jika udara panas, bunyi dari ngorok ini dapat men-sugesti orang yang tidur di sebelahnya seperti mendengar suara kipas angin, dan dapat merasa seperti di ninabobokan oleh suara ini.

3. Ngorok Kering                                                                                              Ini adalah jenis ngorok nomer tiga yang sekaligus nomer terakhir dalam catatan saya ini. Ngorok kering ini adalah berupa bunyi yang disebabkan oleh tarikan nafas yang kemudian di keluarkan kembali hanya saja berupa bunyi siulan. Sebetulnya bagi mereka yang lebih mendengarkannya dengan seksama, bunyi ini terdengar seperti suara burung yang sedang bernyanyi di dahan pohon di pagi hari.(jika memang ada burung tersebut pasti sedang flu). Efek samping bagi si pengorok adalah, ketika udara yang disedot dan ditiup mengalami slip, maka akan mengakibatkan gangguan pernafasan yang mengakibatkan terbatuk-batuk dan di akhiri adegan seperti sedang memakan habis gigi sendiri “kraukk..kraukk” (sangat tragis). Adapun yang menjadi efek bagi orang yang sedang tidur di sebelahnya adalah hasrat ingin menyumpal mulut si pengorok dengan sendal butut, tapi..tapi..saya sarankan sebaiknya jangan, karena ini akan menimbulkan pertengkaran, jadi urungkan saja niat anda tersebut.

Demikian penjabaran singkat saya tentang jenis-jenis ngorok, saya ucapkan maaf jika ada yang merasa dan sebaiknya cepatlah pergi terapi agar tidak lagi mengganggu ketentraman tidur bagi orang yang ada disebelah anda. Dan saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya bagi para penjual batagor yang telah saya pinjam istilah kuah & kering-nya yang biasa kita lihat pada list menu di tempat penjualan batagor maupun di kaca gerobak mang tukang batagor. Semoga catatan saya ini berguna bagi pembacanya..hahahaha..(masa iya??)

“Burung irian burung cendrawasih, cukup sekian dan terima kasih..!” cheers..^_____^